Cerpen Hari ini

Kelahiran Mentari







Aditya dan Kirana sangat bahagia. Mereka sudah memiliki seorang putri yang cantik dalam rumah tangga nya. 
dan kini mereka berencana untuk memiliki anak kedua. Aditya sangat berharap anak kedua mereka adalah seorang putra.




Bulan-bulan berlalu dengan cepat. Perut Kirana semakin membesar. 



Di usia kehamilan tujuh bulan, mereka melakukan USG. Kemudian, di usia delapan bulan menjelang sembilan, mereka kembali memeriksakan diri


Dokter tersenyum, "Selamat, ini bayi perempuan!" Hati Aditya sedikit mencelos. 


Ia merasa sedikit sedih dan kecewa karena bukan anak laki-laki seperti yang ia harapkan. Namun, ia berusaha menyembunyikan perasaannya.



Suatu pagi di hari Kamis, pukul sembilan, Kirana mulai mengeluh sakit perut. 
"Tahan dulu, Sayang," bisik Aditya. 
Mereka sepakat untuk merahasiakannya dari keluarga agar tidak membuat khawatir.




Waktu terus berjalan. Pukul empat sore, Kirana mengeluarkan darah beberapa kali. Keluarga mulai bertanya-tanya. 
"Tidak apa-apa, ini hanya kontraksi biasa," jawab Aditya, berusaha tetap tenang. 



Ia memijat perut Kirana dengan lembut.




Pukul setengah enam sore, kepanikan mulai menyelimuti mereka. "Kita harus bersiap ke dokter!" kata Aditya. Tanpa membuang waktu, mereka berdua naik sepeda motor menuju klinik terdekat



Sesampainya di klinik, kabar mengejutkan datang.



 "Bayinya sungsang, kepalanya di atas!!" kata dokter. Kirana mulai menangis, dan Aditya pun
Ikut panik.



Aditya berdoa dalam hati, "Ya Tuhan, semoga semuanya lancar. Aku hanya ingin mereka berdua selamat, tak peduli laki-laki atau perempuan." 


Ia mengusap perut Kirana dan berbicara pada bayinya,

 "Nak, Ibu dan Ayah menunggumu." 🥹🥹


Dokter dan bidan tampak panik. Surat rujukan 
ke rumah sakit besar sudah disiapkan. Tiba-tiba, Kirana menjerit kesakitan. 
Ia segera dipindahkan ke ruang persalinan.



Semua tenaga dikerahkan. "Kepalanya sudah di bawah!" seru dokter. Hati Aditya melonjak senang. Proses persalinan berjalan lancar, dan ia menyaksikan semuanya.



Akhirnya, tangisan bayi memecah keheningan. Seorang bayi perempuan mungil lahir dengan selamat. 




Meskipun ada sedikit kekecewaan di awal, semua itu sirna digantikan rasa syukur yang tak terhingga.



Aditya memandang istri dan kedua putrinya dengan penuh cinta. 



Tuhan telah menganugerahkan kebahagiaan yang sempurna. Ia sangat menyayangi anak-anaknya dan juga istrinya.


Karya 
Rian andriana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOCISIMI baso aci isi khas sukabumi